Minggu, 18 Desember 2011

Home » » Vamdrac Island - Chapter 4

Vamdrac Island - Chapter 4


Vamdrac Island
Chapter 4
Danau Holy Tear

          Setelah Sebastian pergi lagi, Fyro dan Reiga segera makan. Setelah makan siang mereka selesai, Fyro dan Reiga mencoba melihat peta yang mereka dapatkan tadi pagi. Mereka mencoba menebak dimana mereka sekarang berada. Di peta tersebut terlihat gambar yang sangat aneh. Banyak sekali simbol-simbol aneh yang terdapat dalam peta tersebut.
          “Hei, apa kau mau keluar dari sini dan berjalan-jalan sebentar untuk menelusuri tempat ini? (Sambil menunjukkan sebuah simbol didalam peta tersebut)” Tanya Fyro.
          “Ya, mungkin kita tak hanya diam ditempat ini terus. Kita harus keluar!” jawab Reiga dengan semangat yang membara.
          “Baiklah jika kau setuju, ayo kita berangkat. Tempat itu adalah tempat terdekat dari sini.” Kata Fyro yang tak sabar segera berangkat.
          Dengan berbekal beberapa snack, mereka bertekad menuju sebuah tempat yang tak mereka kenal itu. Ya, tempat itu memang tak jauh dari goa yang mereka tempati tadi. Sekitar 15 menit mereka berjalan, mereka akhirnya sampai.
          “Fuiihh...!!! Akhirnya sampai juga. Perjalanan lumayan jauh ternyata” Reiga berpendapat.
          “Apa...?!!! Kau sudah lelah?! Kau memang pecundang! Baru segini saja kau sudah merasa letih seperti itu.” Kata Fyro yang menghardik Reiga.
          “Ya, maaf kak. Tapi aku memang sudah sangat lelah.” Protes Reiga.
          “Kau kan baru saja makan siang! Ditambah lagi kau tadi makan banyak sekali. Bagian kakak saja kau ambil.” Kata Fyro yang semakin emosi.
          “Hah! Sudahlah! Kapan kita masuk dan menyelidiki tempat itu jika kita terus bertengkar seperti ini! Kata Reiga yang mulai bosan dengan pertengkaran mereka.
          “Oh iya, gara-gara memarahimu aku sampai lupa tujuan kita datang kesini. Ya sudah, ayo kita segera masuk dan menyelidiki tempat misterius itu!” Kata Fyro yang emosinya mulai reda.
          Mereka segera masuk dengan perasaan was-was dan jantung yang dag-dig-dug. Tempat itu seperti hutan kecil. Tempat yang dikelilingi pohon-pohon yang jumlahnya tak banyak dan pohonnya pun tak tinggi-tinggi. Ketika pertama kali mereka masuk, tempat itu sangat gelap. Tapi setelah mereka masuk lebih jauh lagi, mereka menemukan mata air yang sangat jernih dan sangat suci.
          Disana terdapat papan yang bertuliskan “Danau Holy Tear”. Tempat itu sangat indah, dan mata airnya pun sangat menyegarkan. Tiba-tiba dari mata air itu muncul seorang ksatria yang membawa dua buah senjata. Fyro dan Reiga sangat kaget dengan kemunculan ksatria itu yang munculnya secara tiba-tiba dari dalam mata air itu.

to be continue...
Bagikan :

0 komentar:

Posting Komentar